Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Saya sering dapet pertanyaan begini: kalau budget cuma seratus ribuan, TWS apa yang masih masuk akal buat gaming dan musik bass? Kebanyakan TWS murah bunyinya tipis, latensi tinggi, dan desainnya generik. Lalu datanglah Monster Airmars XKT08 Pro. Bentuknya beda, ada lampu LED, sudah pakai USB Type-C, dan klaimnya punya mode gaming rendah delay. Setelah pakai beberapa hari, saya paham kenapa model ini mulai naik daun di marketplace.
Artikel ini bukan sekadar rekap spesifikasi. Saya akan ceritakan seperti apa rasanya pakai TWS ini buat musik santai, nonton film, push game, sampai teleponan. Kalau kamu lagi bingung pilih TWS murah tapi nggak murahan, baca sampai selesai.
Kalau salah satu masuk, Airmars XKT08 Pro patut dicoba.
Box-nya nggak lebay tapi cukup bikin percaya diri ngasih ke teman sebagai kado. Begitu dibuka, kamu langsung ketemu case TWS dengan aksen robotik dan jendela LED di depan. Warna hijau memberi identitas yang jarang ditemui di TWS budget.
Isi paket:
Hal yang langsung bikin senyum: sudah Type-C. Banyak TWS di kelas ini masih micro USB.
Earbuds Airmars XKT08 Pro tidak menggunakan eartip silikon yang menyegel lubang telinga. Bentuknya semi in-ear, mirip gaya klasik AirPods awal. Ini penting karena dua tipe pengguna sering bertolak belakang:
| Tipe Pengguna | Lebih Suka Model | Kenapa |
|---|---|---|
| Yang telinganya cepat pegal | Semi in-ear | Tidak menekan kanal telinga |
| Yang butuh isolasi suara & bass rapat | In-ear silikon | Seal lebih padat |
Kalau kamu selama ini nggak nyaman dengan TWS berkaret (ear tip), model ini bisa jadi nyaman. Seal memang tidak setebal in-ear, tapi untuk sehari-hari dan sambil kerja, justru lebih lega.
| Spek | Detail |
|---|---|
| Bluetooth | 5.3 |
| Driver | 13 mm dynamic |
| Baterai Earbud | 33 mAh per sisi |
| Baterai Case | 300 mAh |
| Waktu Isi Case | ±1,5 jam |
| Waktu Isi Earbud | ±2 jam |
| Total Daya Pakai | Hingga ±20 jam (gabungan case) |
| Mode | Musik & Gaming (low latency) |
| Pengisian | USB Type-C |
| LED Depan | Indikator & aksen visual |
| Kontrol | Sentuh (volume, mode, panggilan) |
Untuk kelas harganya, driver 13 mm + Bluetooth 5.3 + Type-C adalah kombinasi yang jarang.
Mapping sentuhan yang umum digunakan unit ini:
Tingkat responnya lumayan baik, tapi pastikan jari menyentuh panel luar, bukan batang bawah.
Mari bicara karakter audio. Airmars XKT08 Pro jelas dituning untuk pengguna yang suka bass.
Bass: Dalam, kuat, dan menonjol. Di volume menengah saja sudah terasa hantaman low frequency. Cocok untuk EDM ringan, hip-hop, beat santai, atau konten yang butuh tubuh suara.
Mid: Terdengar, tapi posisinya sedikit ke belakang. Vokal laki-laki masih oke, vokal perempuan tipis bisa terdorong oleh bass.
Treble: Ada, tapi rendah tekanan. Buat telinga yang sensitif dengan nada tinggi, ini malah lebih nyaman. Namun buat pendengar detail (hi-hat, cymbal, string halus), jangan berharap terlalu terang.
Singkatnya: tuning warm, bass-forward. Cocok untuk pengguna awam dan penikmat musik santai. Kurang cocok untuk audiofil yang mengejar detail frekuensi tinggi.
| Genre | Cocok? | Catatan |
|---|---|---|
| EDM / DJ Beat | Sangat cocok | Bass tebal terasa hidup |
| Hip-Hop / Trap | Cocok | Low end mengangkat beat |
| Pop Santai / Akustik | Cukup | Bass memberi body tambahan |
| Jazz Detail Tinggi | Kurang | Treble kurang terbuka |
| Metal Kompleks | Tergantung | Bisa crowded di mix padat |
Ledakan, suara mesin, dan efek film action keluar cukup mantap karena dukungan low frequency. Suara high seperti pecahan kaca atau gesekan logam cenderung lebih lembut (tidak menusuk). Kalau kamu sering nonton film di ruangan kecil dengan volume tinggi, tuning seperti ini lebih ramah telinga.
Mode gaming adalah salah satu alasan orang lirik Airmars XKT08 Pro. Saat diaktifkan (tahan 3 detik), penurunan latensi terasa jelas.
Tes praktikal di COD Mobile:
Untuk gamer kasual, mode ini cukup. Kalau serius turnamen, wired tetap lebih akurat, tapi di kelas TWS entry ini sudah di atas rata-rata.
Bagaimana untuk panggilan suara dan voice chat?
Mic bukan fitur premium di unit ini, tapi fungsional. Untuk kelas harganya, performanya tergolong baik.
Real world usage:
Pengisian case ±1,5 jam via Type-C, earbuds ±2 jam. Untuk penggunaan ringan (denger musik di jalan + gaming beberapa match), isi ulang bisa cukup untuk 1–2 hari.
Karena modelnya semi in-ear:
Kalau kamu sering pakai TWS sampai lupa dilepas, model ini lebih bersahabat dibanding model yang menutup telinga rapat.
| Profil Pengguna | Cocok dengan XKT08 Pro? | Kenapa |
|---|---|---|
| Penggemar bass | Ya | Low frequency tebal |
| Gamer mobile santai | Ya | Mode gaming low latency |
| Pengguna telinga sensitif eartip silikon | Ya | Semi in-ear lebih lega |
| Penikmat detail audio / treble | Tidak | Tuning warm |
| Butuh isolasi noise tinggi | Tidak | Bukan tipe in-ear seal |
Harga ritel rata-rata berada di kisaran Rp100.000 – Rp130.000, tergantung promo. Karena produk populer, pastikan beli di toko dengan rating tinggi. Hal-hal yang perlu dicek sebelum checkout:
Apakah XKT08 Pro kompatibel dengan iPhone?
Ya, pairing Bluetooth biasa.
Ada ANC?
Tidak. Hanya isolasi pasif ringan.
Apakah aman untuk olahraga?
Untuk olahraga ringan masih bisa. Karena semi in-ear, gerakan berat bisa bikin longgar.
Delay saat nonton YouTube?
Di mode musik, ada delay ringan khas TWS. Aktifkan mode gaming untuk sinkron lebih cepat, meski tuning audio berubah sedikit.
Monster Airmars XKT08 Pro sukses mematahkan stereotype bahwa TWS murah identik dengan fitur seadanya. Di harga seratus ribuan, kamu dapat desain beda dari yang lain, bass besar, mode gaming rendah delay, koneksi Bluetooth 5.3, dan pengisian Type-C. Kekurangannya ada di treble yang kurang terbuka dan isolasi pasif standar, tapi itu kompromi yang mudah diterima kalau kamu memang mencari bass dan fungsi gaming.
Kalau budget ketat tapi ingin TWS yang seru dipakai buat musik jedak-jeduk, nonton, main game, dan tampil beda, ini salah satu model yang paling layak di-checkout.